1888
Lahir di Bandung
Lahir pada 23 November 1888 dengan nama kecil Muharam. Putra dari R. Adipati Koesoemahdilaga (Bupati Bandung) dan R. Ayu Soekarsih. Ketika berusia 5 tahun, ayahnya wafat. Ia kemudian dididik ibunya hingga usia 9 tahun, lalu dititipkan kepada keluarga Adams untuk mendapatkan pendidikan formal ala Barat atas anjuran Prof. Snouck Hurgronje.
1910
Memasuki Dunia Birokrasi
Setelah meraih diploma dari HBS Batavia, mulai berkarier sebagai Juru Tulis Wedana di Tanjungsari, Sumedang. Dalam dua tahun, kemajuan kariernya luar biasa — dari juru tulis bergaji f 30 menjadi Bupati Cianjur bergaji f 1.200.
1912–1920
Bupati Cianjur
Pada usia 24 tahun diangkat sebagai Bupati Cianjur — pencapaian yang sangat jarang. Prestasi besarnya: mengubah rawa Cihea, Ciranjang yang menjadi sarang malaria menjadi pesawahan seluas 3.000 bau. Kabupaten Cianjur mendapat otonomi pengelolaan daerah pertama di Hindia Belanda berkat karyanya.
1920–1931 & 1935–1945
Bupati Bandung
Memimpin Bandung selama dua periode total 21 tahun. Dikenang sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat, mendukung gerakan Sarekat Islam, mendirikan PPBB (Perhimpunan Pegawai Bestuur Bumiputra), menjadi penyokong pers berbahasa Sunda, serta menggagas pagelaran seni pertama di ruang terbuka Bandung.
1945
Menteri Dalam Negeri Pertama RI
Diangkat sebagai Menteri Dalam Negeri dalam Kabinet Presidensil pertama pasca-Proklamasi 17 Agustus 1945. Ia segera keliling Jawa untuk mengkonsolidasikan para pemimpin daerah mendukung RI yang baru berdiri. Akibat kerja keras tanpa henti, menderita sakit dan lumpuh pada kaki — namun tetap menjalankan tugas.
1945–1948
Ketua Dewan Pertimbangan Agung
Dilantik sebagai Ketua DPA dan Penasehat Menteri Dalam Negeri sejak 29 November 1945. Dalam sidang BPUPKI, turut menyumbangkan pemikiran penting tentang sistem ketatanegaraan dan penyusunan UUD 1945.
1948–1950
Wali Negara Pasundan
Menerima mandat Wali Negara Pasundan atas desakan rakyat Jawa Barat dan persetujuan pimpinan RI di Yogyakarta — dalam kondisi sakit, diantar Wakil Presiden Moh. Hatta dari Yogyakarta ke Bandung. Pada 8 Maret 1950 ia membubarkan Negara Pasundan dan mengembalikan Jawa Barat ke pangkuan Republik Indonesia.
1945–1955
Penasehat Pribadi Presiden Soekarno
Selama satu dasawarsa menjadi Personal Adviser kepercayaan Presiden Soekarno, sambil tetap aktif memimpin PSII (Partai Sarekat Islam Indonesia) Jawa Barat. Pada Pemilu 1955 terpilih sebagai anggota konstituante.
1957
Pendiri Universitas Padjadjaran
Merencanakan dan mendirikan Universitas Padjadjaran Bandung, meletakkan fondasi pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi di Jawa Barat.
1965
Wafat
Setelah sakit lebih dari dua tahun, wafat pada 22 Januari 1965. Meninggalkan warisan pengabdian selama 40 tahun (1910–1950) yang dokumen-dokumennya masih terbilang utuh dan terus ditemukan oleh keluarga besar Wiranatakusumah V.